puisi

MALAM LEBARAN

Pikiranku sedang dicuri kampung halaman

lalu dipaksa menyaksikan ibu mondar-mandir di dapur

tapi tidak aku temukan diriku di dapur itu

Oh ternyata aku ada, sedang mondar-mandir juga, di pikiran ibu

Aku kini menyaksikan ibu bersusah payah tersenyum kepadaku di layar telepon genggam

Aku tahu pada akhirnya ia menangis juga, tapi dipalingkanya telepon genggam dan tubuhku diremas kesedihan

Aku akan pulang, aku akan pulang karna kemanapun aku pergi, pulang padamu adalah tujuan.

Bekasi

24 Mei 2020

puisi

HUJAN, KOPI DAN KENANGAN

Mungkin, hujan tercipta
dari hitam kopi

di sepanjang jalan
kangenku;
mengalir manis gula

tapi kini kita dua batang waktu yang
berbeda, kau siang cerah
aku tenang malam pekat

hujan, mungkin tercipta
dari sisa kopi kita

Aku tahu,
kau sekarang bulan bermandi cahaya di tanggal lima belas.

setiap kumatikan lampu dan telepon genggamku
kau satu-satunya nyala tersisa

kopi, mungkin tercipta dari hujan

dalam lembut warna malam, kau hanya sekadar bayangan
menuntunku menulis puisi
menuntun kangen menulis namamu.

Bekasi – palembang

13 April 2020

(Nt: sajak ditulis bersama Ghia Rafika)

#cinta · puisi · sajak

SENYUM

Sampai malam mendesakku ke pada kantuk, masih aku rasakan dalam diriku, senyummu sedang bekerja

mengubah tatanan meja
meletakkan bunga pelastik
meletakkan dua cangkir teh yang hangatnya hampir abadi
dan meletakkan sebuah buku puisi

juga mengganti hiasan-hiasan pada dinding, jam tanpa angka, foto seorang perempuan menjauhi mandi

tapi senyumnya kurasakan terus-menerus bekerja dalam diriku
sampai larut
sampai kantuk mendesakku ke pada tidur.

Bekasi

9 April 2020